Kamis, 29 September 2011

TRAGEDI MARINA MENYISAKAN BERAGAM POLEMIK

Terbakarnya kapal motor marina nusantara pada awal pekan lalu, (senin 26 september 2011) menyisakan segudang polemik yang saat ini terus berdampak ke masyarakat luas. Mulai dari daftar manifest yang dikeluarkan pihak pemilik kapal tidak berkesesuaian dengan fakta dilapangan, keluhan para penumpang selamat yang meminta ganti rugi, hingga banyaknya korban yang kini masih hilang.
Hal ini juga berdampak bagi para supir trak yang terlantar di pelabuhan penumpang trisakti bandarmasih. Saat ini puluhan bahkan ratusan truk angkutan jurusan Surabaya terlantar menunggu jadwal pelayaran yang sementara masih tak tahu kapan akan berlabuh. Aktifitas keseharian pun dilakukan para supir di bantaran sungai dekat pelabuhan trisakti, mulai dari mandi, cuci pakaian, hingga tidur beralaskan terpal. Harga sayur mayur pun meroket pasca terbakarnya kapal naas tersebut, pasalnya ada beberapa muatan sayuran yang turut terbakar di KM Marina Nusantara, sehingga berdampak langsung ke harga beberapa kebutuhan pokok dipasaran.
Sampai saat ini, pihak penyelamat terus melakukan upaya pencarian tak kenal lelah, dari sumber posko informasi di rumah sakit Soeharsono TPT Banjarmasin hari ini 29/09/2011, korban hilang yang dilaporkan pihak keluarga berjumlah sebelas orang, yakni :
  1. Dalawi (35) asal Pangeran 
  2. Siatun (31) asal Pangeran 
  3. Bayinya Dalawi dan Siatun asal Pangeran
  4. Ahmad Arya (29) asal Surabaya
  5. Agus Hermanto (31) asal Bojonegoro
  6. Sufianan (37) asal Bojonegoro
  7. Widya Angraini (9) asal Bojonegoro
  8. Fida Noorsita (2) asal Bojonegoro 
  9. Maskur (24) asal Lamongan
  10. Lilin Ramayanti (31) asal Jember 
  11. Mico Dwi P (20) asal Jember
Sedangkan korban tewas yang sudah ditemukan Tim SAR gabungan berjumlah enam orang, yakni:
  1. Abdul Hakim (55), Banjarmasin
  2. Buyoh (45), Banjarbaru
  3. Nurasan (42), Lumajang - Mrs X (perempuan)
  4. Rahmani (27), Kotabaru
  5. Kalam (59), Tuban 
(FR/DTV)
*sumber : posko pengaduan RS TPT Banjarmasin 29/09/2011

Rabu, 28 September 2011

TUMBAL KM. MARINA TERUS BERTAMBAH

Terbakarnya kapal motor Marina nusantara setelah bertabrakan dengan tongkang batu bara pulau tiga 330-22 di Muara perairan barito menyisakan kesedihan mendalam. Hingga hari ketiga korban meninggal terus didapati tim sar gabungan. Hingga rabu 28 september 2011 korban bertambah satu sehingga menjadi enam orang korban jiwa yang menjadi tumbal tragedi marina.
Diperkirakan korban akan terus bertambah banyak, dikarenakan untuk sementara, proses evakuasi hanya dilakukan tim sar gabungan sebatas penyisiran disekitar kapal naas tersebut, dan belum memasuki wilayah kapal yang saat ini masih mengepulkan asap pekat. (fr/dtv)

Selasa, 27 September 2011

TERBAKARNYA KAPAL MARINA NUSANTARA

KAPAL MARINA NUSANTARA YANG BERTOLAK DARI TANJUNG PERAK SURABAYA MENUJU PELABUHAN TRISAKTI BANJARMASIN TERBAKAR SETELAH BERTABRAKAN DENGAN SEBUAH TONGKANG BATU BARA DI MUARA SUNGAI BARITO 26 SEPTEMBER 2011. KAPAL MILIK PT. PRIMA VISTA TERSEBUT DIDUGA MENGALAMI KERUSAKAN KEMUDI SEHINGGA TERJADI PERISTIWA NAAS YANG SAAT INI SUDAH MENELAN TIGA KORBAN JIWA DAN PULUHAN PENUMPANG LAINNYA KRITIS SERTA LUKA-LUKA.
HINGGA KINI EVAKUASI KORBAN TERUS DILAKUKAN, KEMUNGKINAN KORBAN AKAN TERUS BERTAMBAH KARENA SULITNYA LOKASI YANG PADA SAAT ITU KAPAL MASIH BERADA DI TENGAH SUNGAI. (FR/DTV)

Kamis, 24 Maret 2011

Belajar Jurnalistik - Sembilan Elemen Jurnalisme Bill Kovach

Mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik sudah seharusnya menanamkan kedalam dirinya 9 sembilan elemen jurnalistik dibawah ini. Bukan hanya mengapa, bagi mahasiswa jurnalistik dimana ia adalah sesosok embrio untuk menjadi seorang wartawan yang memiliki nilai dengan menerapkan sembilan elemen jurnalistik ini. Kita disini bukan menyayangkan tindak para wartawan amplop, bukan juga mencerca tanduk tayangan produk komunikasi yang tidak layak pada warga. Disini hanya sebagai pengingat kita semua akan idealnya sebuah aktifitas jurnalistik. Berikut adalah hal dari sembilan elemen jurnalistik :



1. Kewajiban utama jurnalisme adalah pada pencarian kebenaran
2. Loyalitas utama jurnalisme adalah pada warga Negara
3. Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi
4. Jurnalis harus menjaga independensi dari obyek liputannya..
5. Jurnalis harus membuat dirinya sebagai pemantau independen dari
kekuasaan.
6. Jurnalis harus memberi forum bagi publik untuk saling-kritik dan menemukan kompromi
7. Jurnalis harus berusaha membuat hal penting menjadi menarik dan relevan
8. Jurnalis harus membuat berita yang komprehensif dan proporsional
9. Jurnalis harus diperbolehkan mendengarkan hati nurani personalnya.

-- dikutip dari berbagai sumber bro!!!! --

Senin, 21 Maret 2011

HELENISME DAN ROMAWI


Alexander Agung telah mendirikan suatu kerajaan besar yang meliputi bukan saja seluruh kawasan Yunani, melainkan juga berbagai kerajaan timur. Sesudah kematian Alexander pada tahun 323 SM kesatuan politik kerajaan ini kemudian pecah. Tetapi yang penting ialah bahwa mulai waktu itu kebudayaan Yunani tidak terbatas lagi pada kota- kota Yunani saja, tetapi mencakup juga seluruh wilayah yang ditaklukan Alexander. Kebudayaan Yunani supranasional yang pada waktu itu mulai berkembang biasannya disebut ” kebudayaan hellenistis”. Dalam bidang filsafat, Athena tetap merupakan suatu pusat yang penting, tetapi berkembang pula pusat- pusat intelektual lain, terutama kota Alexanderia. Jika akhirnya ekspansi Romawi meluas sampai ke wilayah Yunani, itu tidak berarti kesudahan kebudayaan dan filsafat Yunani. Kita dapat menyaksikan bahwa dalam kekaisaran Romawi pintu dibuka lebar untuk menerima warisan kultural Yunani.
Dalam bidang filsafat tidak lagi terdapat seorang pemikir yang sungguh- sungguh besar, kecuali Plotinos. Tetapi pengaruh filsafat sebagai salah satu unsur pendidikan, pada jaman Hellenisme jauh lebih luas dari pada dahulu. Sekolah- sekolah filsafat di Athena seperti akademia dan Lykeion tetap meneruskan aktivitasnya. Tetapi juga didirikan beberapa sekolah baru. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa yang ditekankan terutama soal- soal etika: bagaimana manusia harus mengatur tingkah lakunya untuk hidup bahagia.
A. Epikurisme (341 – 271 SM)
Epikuros ( 341-270 ) berasal dari pulau samos dan mendirikan sekolah filsafat baru di Athena. Ia menghidupkan kembali atomisme Demokritos. Menurut pendapat Epikuros, segala- galanya terdiri dari atom- atom yang senantiasa bergerak dan secara kebetulan tubrukan yang satu dengan yang lain. Manusia hidup bahagia jika ia mengakui susunan dunia ini dan tidak ditakutkan oleh dewa- dewa atau apa pun juga. Dewa- dewa tidak mempengaruhi dunia . Lagipula, agar dapat hidup bahagia manusia mesti menggunakan kehendak bebas dengan mencari kesenangan sedapat mungkin. Tetapi terlalu banyak kesenangan sedapat mungkin . Tetapi terlalu banyak kesenangan akan menggelisahkan batin manusia. Orang bijaksana tahu membatasi diri dan terutama mencari kesenangan rohani supaya keadaan batin tetap tenang.
B. Stoisisme (336 – 264 SM)
Mazhab Stoa didirikan di Athena oleh Zeno dari Kition sekitar tahun 300 SM. Nama Stoa menunjuk kepada serambi bertiang , tempat Zeno memberikan pelajaran. Menurut Stoitisme, jagat raya dari dalam sama sekali ditentukan oleh suatu kuasa yang disebut ” Logos” itu. Berdasarkan rasionya , manusia sanggup mengenal orde universal dalam jagat raya. Ia akan hidup bijaksana dan bahagia, asal saja ia bertindak menurut rasionya. Jika memang demikian ia akan menguasai nafsu- nafsunya dan mengendalikan diri secara sempurna , supaya dengan penuh keinsyafan ia menaklukan diri pada hukum- hukum alam. Seorang yang hidup menurut prinsip- prinsip stoisisme, sama sekali tidak mempedulikan kematian dan segala malapetaka lain, karena insyaf bahwa semua itu akan terjadi menurut keharusan mutlak. Sudah nyata kiranya bahwa etika stoisisme ini betul- betul bersifat kejam dan menuntut watak yang sungguh- sungguh kuat.
Mungkin karena cocok dengan tabiat Romawi yang bersifat agak pragmatis, di kemudian hari stoisisme mengalami sukses besar dalam kekaisaran Romawi . Dua orang Roma yang terkenal sebagai pengikut mazhab Stoa ialah Seneca (2-65 ) dan kaisar Marcus Aurelius ( 121- 180 ).
C. Neoplatonisme
Pucak terakhir dalam sejarah filsafat Yunani adalah ajaran yang disebut ” neoplatonisme”. Sebagaimana namanya sudah menyatakan itu, aliran ini bermaksud menghidupkan kembali filsafat Plato. Tetapi itu tidak berarti bahwa pengikut- pengikutnya tidak dipengaruhi oleh filsuf- filsuf lain, seperti aristoteles misalnya dan mazhab Stoa. Sebenarnya ajaran ini merupakan semacam sintesa dari semua aliran filsafat sampai saat itu, dimana Plato diberi tempat istimewa.
Filsuf yang menciptakan sintesa itu bernama Plotinos (203/4-269/70). Ia lahir di Mesir dan pada umur 40 tahun ia tiba di Roma untuk mendirikan suatu sekolah filsafat di sana. Sesudah meninggalnya sekitar tahun 270 M karangan- karangan Plotinos dikumpulkan dan diterbitkan oleh muridnya Porphyrios, dengan judul Enneadeis.
Seluruh sistem filsafat Plotinos Berkisar pada konsep kesatuan. Atau dapat juga kita katakan bahwa seluruh sistem filsafat Plotinos berkisar pada Allah sebab Allah disebutnya dengan nama ”yang satu”.
D. Skeptisme
Skeptisme merupakan suatu tendensi agak umum yang hidup terus sampai akhir masa Yunani kuno. Mereka berpikir bahwa dalam bidang teoritis manusia tidak sanggup mencapai kebenaran. Sikap umum mereka adalah kesangsian. Pelopor skeptisme di Yunani adalah Pyrrho (365 – 275).
E. Eklektisisme
Dengan Eklektisisme bukanlah suatu Mazhab atau aliran melainkan suatu tendensi umum yang memetik berbagai unsur filsafat dari aliran-aliran lain tanpa berhasil mencapai kesatuan pemikiran yang sungguh-sungguh . Salah seorang warga Roma yang biasanya digolongkan dalam elektisisme adalah negarawan dan ahli berpidato tersohor yang bernama Cicero ( 106-43 ). Di Alexandria hidup seorang pemikir Yahudi yang barangkali boleh juga terhitung dalam tendensi ini namanya Philo (25 SM- 50M). Ia berusaha mendamaikan agama Yahudi dengan filsafat Yunani, khususnya Plato

Jumat, 18 Maret 2011

DUA SISI MATA KOIN


Artis dan narkoba. Seperti sebuah istilah jargon yang tak tabu lagi di mata masyarakat Indonesia. Bak dua mata koin yang tak terpisah, istilah tersebut seolah melekat dengan sisi kehidupan glamour para publik figur di Republik ini. Tak sedikit deretan artis papan atas yang sempat ketangkap (red.karena kemungkinan dan bahkan pasti masih banyak artis yang belum keliatan batang hidungnya dalam mengknsumsi psikotropika tersebut) para penegak hokum negeri ini.
Hal tersebut terus terjadi, dan tersiar kabar baru-baru ini artis band papan atas kesandung yang namanya shabu. Di apartement tempat tinggalnya yoyo penabuh drum band music padi di grebek aparat dengan sejumlah barang bukti. Dan menambah deretan artis yang terkena yang namanya virus narkoba.
Tak hanya artis band, penikmat barang haram tersebut seakan tak pandang bulu, mulai artis lawak, hingga actor ternama sekaliber roy martin pun juga salah satu yang ngikut nampang pada deretan artis yang tersangkut narkoba.
Memang bukan hal baru ataupun mencengangkan apabila seorang artis yang kesandung kasus zat adiktif tersebut, itu disebabkan pola kehidupan mereka yang rata-rata berseliweran dengan uang dan popularitas. Hal tersebut seolah menjadi doktrin masyarakat awam yang melihat mereka, bahwa yang namanya artis kebanyakannya, ya..!!! paling tidak mereka pernah berurusan dengan yang namanya narkoba.!!!!
Yang menjadi pertanyaan. Apakah deretan artis yang terkena kasus narkoba adalah merupakan korban atau pengguna sih? Dibanyak pemberitaan kita sering mendengar artis si A menjadi korban narkoba, namun setelah ditelisik ternyata si artis tentu membeli barang haram tersebut dalam keadaan sadar. Beda halnya dengan seseorang yang dipaksa untuk menelan puluhan pil koplo, yang berujung dirinya harus dirawat dirumah sakit. Ini yang benar dinamakan korban.
Dengan alasan menjadi seorang korban dari kejamnya narkoba, sang artis bisa terbebas dari hukuman dengan hanya menjadi penghuni panti rehabilitasi. Sungguh sangat ironi….
Sekarang kita kesampingkan semuanya, mulai dari kehidupan para artis yang bergelimang uang dan popularitas, serta jam terbang mereka yang padat, yang seolah hal tersebut menjadikan hokum serta alasan tersendiri hingga jadi sebuah keharusan bagi sang artis untuk menyalahgunakan narkoba.
Namun, kita juga patut mengapresiasi pihak POLRI yang selama ini tidak tebang pilih dalam pemberantasan kasus narkoba. Tanpa peran aktif mereka, tentu saja barang haram tersebut terus akan merajalela di negeri ini. Tentunya juga harus disertai dukungan dari seluruh elemen masyarakat yang ada.
Yang pada intinya kesemuanya haruslah mengacu pada naluri seorang individu, agar jangan sampai tergoda apalagi terjerumus dalam lembah nista tersebut. Siapapun itu apakah dia artis pejabat, dan masyarkat umum, dan teruslah berkarya dengan cara positif jangan coba-coba dengan yang namanya narkoba walulapun secuil, karena hal tersebut yang sangat menimbulkan dampak pada individu pemakainya.

Kamis, 03 Maret 2011

JANGAN TAKUT JATUH CINTA



Janganlah takut jatuh cinta, tidak ada yang aneh dengan cinta, cinta memang diciptakan sebagai bagian dari manusia.
Dan sebagian dari dari tanda-tanda kebesaran Nya adalah Dia menciptakan pasangan–pasangan bagi kalian dari jenis kalian, agar kalian merasa tenang pada pasangan kalian dan Dia menjadikan diantara kalian rasa kasih sayang dan cinta. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda – tanda bagi orang-orang yang berfikir. (QS. Ar-Ruum: 26)
Setiap waktu, begitu banyak orang yang kecewa karena cinta dan menuangkan rasa kecewanya dengan makian yang mungkin sedikit membantunya, namun bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati, oleh sebab itu sebagai bentuk pencegahan ada sebuah pesan dari Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, dalam kitab sunannya, nomor 1920.
Ø£َØ­ْبِبْ Ø­َبِيبَÙƒَ Ù‡َÙˆْÙ†ًا Ù…َا عَسَÙ‰ Ø£َÙ†ْ ÙŠَÙƒُونَ بَغِيضَÙƒَ ÙŠَÙˆْÙ…ًا Ù…َا ÙˆَØ£َبْغِضْ بَغِيضَÙƒَ Ù‡َÙˆْÙ†ًا Ù…َا عَسَÙ‰ Ø£َÙ†ْ ÙŠَÙƒُونَ Ø­َبِيبَÙƒَ ÙŠَÙˆْÙ…ًا Ù…َا
Cintailah kekasihmu sesederhana mungkin, karena bisa saja kekasihmu itu suatu hari nanti menjadi musuhmu, dan bencilah musuhmu sesederhana mungkin karena bisa saja suatu hari musuhmu itu menjadi kekasihmu.
Pesan hadits ini memang sangat sulit untuk di laksanakan, namun paling tidak pesan ini akan dapat meredam kekecewaan yang sudah terlanjur terjadi karena perasaan cinta yang luar biasa telah dihianati dan timbul kebencian yang luar biasa pula. Pada saat itu kita mulai belajar untuk membencinya sesederhana mungkin karena bisa saja dia menjadi kekasih kita lagi.

trim's...
wallahu a'lam bis showab...
sebuah tulisan yang dikutip dari tuan guru "deni arisandi"....

Senin, 15 Februari 2010

Nicholas Green, Bocah yang Selamatkan 7 Nyawa

SICILY- Nicholas Green, bocah berusia 7 tahun meninggal dunia karena tertembak peluru nyasar di Italia. Sebelum menuju liang lahat, organ tubuhnya berupa jantung, kornea mata, ginjal, pankreas dan liver (hati) didonorkan untuk menyelamatkan 7 nyawa manusia.

Orangtua Nicholas, yakni Reg dan Maggie yang shock ditinggal putra tercinta masih bisa berpikir mulia dengan mengambil keputusan cepat tanpa banyak diskusi atau pertimbangan untuk mendonorkan organ Nicholas.

Peristiwa itu terjadi pada Oktober 1994. Saat Nicholas tertembak, Reg Green (ayah Nicholas) sedang menyetir mobil menuju daerah Italia Selatan. Ketika itu, sebuah mobil yang berisi perampok melaju dengan cepat dan mengarahkan senjata ke mobil Reg.

Sebuah peluru mengenai jendela mobil, tapi peluru itu meleset dan Reg mengira tidak ada yang mengenai anak-anaknya (Nicholas dan Eleanor). Saat itu anak-anak sedang tertidur dan keadaan mobil sangat gelap sehingga ia tidak melihat keadaan anaknya satu per satu.

Namun ketika sebuah mobil polisi dan ambulan menghampiri kendaraan Reg, ia baru sadar bahwa Nicholas terluka, mulutnya mengeluarkan darah dan tangannya terkulai. Putranya yang baru berusia 7 tahun itu ternyata tertembak peluru di bagian belakang kepalanya. Tapi karena sedang tertidur, maka ia tidak mengeluarkan suara apa-apa.

Nicholas yang sudah berwajah pucat namun tenang kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat di daerah Sicily. Tapi para dokter dan pakar saraf (neuroscience) disana sepertinya tidak bisa memberi harapan lagi karena kondisi otaknya yang sangat rusak akibat tembakan di bagian kepalanya.

Dua hari kemudian, dokter memberitahu bahwa sudah tidak ada aktivitas otak lagi di kepala Nicholas, yang artinya Nicholas sudah meninggal dunia. Saat itu juga, Reg dan Maggie menjadi lemas dan tidak bisa berkata apa-apa.

Beberapa saat setelah terdiam dan menangis, Maggie menyeletuk 'Karena dia sudah tidak ada, kenapa tidak kita sumbangkan saja organnya? Dia tidak membutuhkan lagi tubuhnya'. Keputusan mendonorkan organ Nicholas akhirnya terwujud.

Peristiwa pembunuhan dan pemberian organ Nicholas saat itu menjadi pemberitaan hangat selama beberapa minggu di berbagai media Inggris, Italia dan Amerika. Organ tubuh Nicholas dilaporkan berhasil menyelamatkan lima nyawa orang Italia dan kornea matanya menyelamatkan dua orang lainnya.

Ketujuh penerima organ Nicholas antara lain yaitu Andrea, Domenica, Fransesca, Anna Maria, Tinno, Silvia dan Maria Pia. Pada ketujuh orang tersebut, Nicholas menyumbangkan jantung, kornea mata, ginjal, pankreas dan liver (hati).

Andrea (15 tahun) yang selalu gagal menjalani operasi jantung mendapatkan organ jantung Nicholas dan kini ia sudah bisa hidup dengan normal lagi dengan jantungnya yang sehat. Domenica dan Fransesco sudah bisa melihat wajah anak-anaknya karena mendapat kornea mata dari Nicholas.

Sementara itu dua remaja, Anna-Maria dan Tino yang sudah bertahun-tahun mengandalkan mesin dialisis untuk bertahan dari penyakit gagal ginjal, kini bisa tumbuh dan berkembang menjadi remaja normal berkat sumbangan ginjal Nicholas.

Pankreas Nicholas pun diberikan pada Silvia yang sudah lama koma karena mengidap penyakit diabetes. Dan terakhir, organ liver (hati) Nicholas diberikan pada Maria Pia yang sebelumnya juga koma karena penyakit liver. Ia sangat bersyukur mendapat organ liver karena sebelumnya ibu dan kakaknya meninggal karena penyakit liver.

Nicholas dikenal sebagai anak yang ramah, baik, cerdas dan imajinatif. Pemberian organ Nicholas secara cuma-cuma pada mereka yang sangat membutuhkan dianggap sebagai hadiah terakhir dari Nicholas.

Sejak peristiwa tersebut, jumlah orang yang menggunakan organ hasil donor meningkat 300 persen dan kegiatan donor organ pun meningkat menjadi empat kali lipat. Efek itu dipercaya sebagai 'Nicholas Effect' dan memiliki pesan moril bahwa orang biasa-biasa pun bisa menjadi pahlawan bagi orang lain.

Nicholas Green, seorang bocah biasa yang kini sudah tiada itu berhasil menyelamatkan nyawa tujuh orang. Bayangkan ribuan orang lainnya yang bisa diselamatkan dengan mendonorkan organ. Nama Nicholas pun diabadikan menjadi nama rumah sakit, jalan, taman dan sebuah yayasan di Italia.

Menurut Dr Paul Murphy, konsultan neuroanaesthesia dari Leeds General Infirmary, tindakan kedua orang tua Nicholas sangat luar biasa.

"Bayangkan anak Anda yang berusia tujuh tahun meninggal karena dibunuh dan Anda measih bisa memikirkan nyawa tujuh orang lainnya yang tidak dikenal dengan mendonorkan organ anaknya tanpa diminta. Biasanya orang yang baru kehilangan seseorang yang dicintai akan langsung pulang dan menangisi kepergiannya. Mereka juga tidak akan setuju menyumbangkan organ orang tersebut," kata Dr Murphy seperti dilansir Telegraph, Senin (15/2/2010).

Setiap harinya, 3 orang di Inggris dan 18 di Amerika sekarat dan meninggal dunia karena menunggu donor atau transplantasi organ. Mendonorkan organ setidaknya bisa menyelamatkan tiga orang. Untuk itu, dokter sangat menyarankan agar tindakan donor organ terus ditingkatkan, apalagi usia tidak menjadi halangan untuk mendonorkan organ.

"Mendonorkan organ akan membawa ketenangan pikiran tapi tetap tidak bisa menghilangkan rasa kesepian akibat ditinggal pergi. Saya sering memikirkan Nicholas tiap hari tapi saya tersenyum mengingat apa yang sudah ia lakukan untuk orang lain," ujar Reg. (detik.com)

Senin, 08 Februari 2010

Pernak pernik Imlek Di Tahun Harimau

BANJARMASIN – Menjelang perayaan Imlek tahun ini yakni  14/02 mendatang, penjualan pernak-pernik diburu warga. Di kawasan Jl. Veteran Banjarmasin tepatnya ‘Kios NIRMALA’ terlihat berbagai atribut berwarna kemerahan yang identik dengan perayaan hari raya Imlek, Selasa (09/02).

Dikatakan pemilik kios Ayu Nirmala penjualan pernak-pernik di tahun ini lebih rame dibanding tahun lalu. Dan pembeli pun beragam, tidak hanya warga keturunan Tionghoa saja warga pribumi (bukan keturunan Cina) pun turut membeli.
“Tahun ini lebih rame dibandingkan Tahun kemaren, yang beli pun tidak warga keturunan tionghoa saja,” papar Ayu.

Pada tahun 2010 Imlek berkenaan dengan Tahun Harimau yang melambangkan kekuasaan, hawa nafsu dan keperkasaan. Maka pernak-pernik tahun ini rame dengan suasana kemerahan dengan lambang shio macan/harimau.

Di kios Nirmala menyediakan beragam perlengkapan peryaan imlek mulai dari Lampion hingga perlengkapan sembayang. Untuk harga berfariasi mulai puluhan ribu hingga lampion yang paling mahal seharga ratusan ribu rupiah.

“harga lampion mulai dari Rp 25000,- hingga Rp 100000,- untuk barang saya datangkan dari luar Kalimantan, seperti Surabaya, Jakarta, dll,” tandasnya.

Juga dikatakan wanita yang memiliki nama cina Mei Ching ini, dia tidak berani mendatangkan barang terlalu banyak dikhawatirkan tidak habis habis dijual. Sebab untuk tahun depan pernak-pernik yang ada pun akan beda dengan Tahun depan yang perayaannya tepat pada shio kelinci, tambahnya. (fad/sk.net)

Minggu, 07 Februari 2010

tips health

Mmengatasi Seringnya Kencing
Masalah sering buang air kecil bisa mengganggu aktivitas seseorang dalam bekerja, interaksi sosial, psikologis dan gangguan saat tidur. Jangan abaikan masalah ini, cari tahu penyebabnya dan cara mengatasinya.

Biasanya orang akan sering pipis ketika musim hujan atau dingin, tapi beberapa orang justru sering buang air kecil kapan pun karena mungkin mengalami overactive bladder (sering buang air kecil).

Meskipun gejala pada laki-laki diyakini karena bermasalah dengan prostat, tapi para peneliti mengungkapkan hal ini disebabkan oleh frekuensi mendesak yang berlebihan untuk buang air kecil. Masalah ini juga banyak dialami oleh kaum perempuan.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Kevin McVary, profesor urologi dari Feinberg School of Medicine di Northwestern University, didapatkan sekitar 76 persen orang yang berusia di atas 45 tahun didiagnosis mengalami overactive bladder yang tidak terawat.

"Permasalahan ini sebaiknya segera ditangani dan jangan menganggap hal ini adalah sesuatu yang wajar karena bertambahnya usia," ujar Dr Mc Vary, seperti dikutip dari MSN, Senin (8/2/2010).

Untuk mengatasi hal ini bisa dimulai dengan mengubah gaya hidup. Teknik yang paling sederhana adalah mengurangi asupan cairan di malam hari, mengurangi asupan kopi dan minuman bersoda karena dapat mengiritasi kandung kemih serta berolahraga dengan teratur juga dapat mengurangi dorongan untuk sering buang air kecil.

Teknik lain yang bisa digunakan untuk mengurangi frekuensi sering buang air kecil yang tak tertahankan seperti saat batuk atau bersin adalah melalui senam Kegel. Senam ini tidak hanya untuk kaum perempuan, tapi juga bisa dilakukan oleh laki-laki. Praktik ini dapat berfungsi menguatkan otot-otot sehingga tidak sering buang air kecil serta tidak memerlukan biaya yang mahal.

Hal lainnya adalah secara bertahap belajar untuk menahan buang air kecil ketika dorongan tersebut datang. "Tapi jangan secara ekstrim, mencoba langsung menahan hingga 2-3 jam justru bisa mengganggu dan tidak akan berhasil," ujar Dr Matthew Rutman dari Columbia University Medical Center.

Tapi cobalah untuk menahannya secara bertahap dan signifikan, yaitu bisa dimulai setiap 15 menit sekali. Dengan begitu seseorang bisa mengontrol frekuensi buang air kecilnya. Cara-cara ini dapat membantu mengatasi permasalahan sering buang air kecil tanpa obat-obatan.

Jika cara-cara tersebut tidak berhasil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar didapatkan penanganan yang benar.

Selasa, 12 Januari 2010

sosiologi agama

Nama     :  Fadli Rizki
NIM    :  0601317720
Final Test Sosiologi Agama.
Soal:
1. tiga tahapan pemikiran manuisa menurut Comte, jelaskan dan bagaimana keberadaan agama pada saat manusia berada pada tahap positivisme.
2. apakah ada dalam agama islam sistem kasta yang menyerupai kasta hindu walaupan dalam kondisi non formal.
3. pendekatan dalam kajian sosiologi
4. maksud emosi keberagamaan.
5. pengaruh timbal balik antara agama dan masyarakat.
1. Tiga tahapan perkembangan pemikiran manusia menurut Auguste Comte dibagi menjadi 1) Teologi, 2) Metafisis, 3) Positif. Yang menurut Comte dapat dianalogikan sebagai perkembangan pikiran dari tahap anak-anak ke remaja hngga mencapai dewasa. Tahapan teologi disejajarkan dengan masa perkembangan anak, metafisis masa remaja dan positif saat dewasa.
Tahap Teologi yang dalam masa ini manusia mencari penyebab sejati terjadinya peristiwa-peristiwa  alam dan menemukan kekuatan yang membentuk peristiwa tersebut. Dalam instingya mereka merasa ada kekuatan yang membentuk sebuah peristiwa alam yang dilakukan sebuah kekuatan yang tidak diketahui dan dianggap berasal dari benda berjiwa dan sesuatu yang menyerupai manusia. Yang pada tahap ini comte mendiskripsikan sebagai tahap fettisme, selanjutnya ke tahap politeisme yang membawa kepercayaan kepa dewa-dewa. Dan yang keberikutnya dewa-dewa politesme ini dilebur menjadi sebuah konsep ketuhanan yang satu, yakni monotheisme.
Pada tahap metafisis ini, penjelasan aktifitas kehendak ilahi diganti menjadi ide-ide fiksi seperti ether, prinsip-prinsip penting, dll. Masa transisi dari tahap teologi ke metafisis ini telah selesai ketika konsep supernatural dan dewa-dewa digantikan oleh konsep all-inclusive Nature. Juga bisa dikatakan sebagai masa transisi pemikiran manusi menuju tahap kesempurnaan berfikir.
Tahap ini dikatakan sebagai masa dewasa dari mentalitas. Pada tahap ini, pikiran memusatkan diri pada fenomena atau fakta hasil observasi dimana itu semua digolongkan di bawah hukum umum deskriptif umum, seperti hukum gravitasi. Dengan adanya hukum-hukum deskriptif ini akan membuat berbagai prediksi menjadi nyata. Dan memang, sasaran dari pengetahuan positif yang sejati adalah kemampuan untuk memprediksi dan mengontrol. Pengetahuan positif itu sejati ( real ), pasti ( certain ), dan berguna (useful).
Namun apabila sebuah pertanyaan bagaimana keberadaan agama pada ketika manusia berada pada fase positif maka akan menimbulkan atheisme (kepercayaan tidak adanya Tuhan) sebab pada tahap ini diasosiasikan terhadap perkembangan masyarakat industri yang menjunjung system perekonomian sebagai prioritas utama. Yang kesemuanya didasarkan pada akal sehat yang pada akhirnya tidak adanya alasan positif akan adanya Tuhan yang absolut.
2. Memang dalam masyarakat hindu kita tahu  dan mengakui adanya system Kasta yang memetakkan golongan (stratifikasi social) masyarakat pemeluk agamanya. Seperti kaum Brahmanabagi golongan pendeta dan rohaniawan. Kaum Ksatria, bagi para anggota lembaga pemerintahan. Kaum Waisya, para pedagang, petani, tukang dan sebagainya. Kaum Sudra, golongan pekerja kasar/ rakyat jelata.
Yang pada waktu itu diterapkannya sistem kasta tersebut untuk melangsungkan / melanggengkan Dinasti penguasa kerajaan. Sehingga ada aturan Kasta Sudra tidak boleh menikah dengan Kasta Kesatria atau Kasta Brahmana. Yang setelah masuknya Islam dihapuskanlah semuanya.
Islam seluruhnya menghapuskan system yang dibangun masyarakat hindu masa lalu dimana kaum sudra yang telah masuk Islam tidak ada lagi stratifikasi social yang membedakan mereka kecuali ketaqwaan masing-masing individu pemeluk Islam tersebut.
Namun jika kita telisik lebih jauh ke budaya masyarakat Islam contohnya saja di tanah Jawa ada Istilah Priyayi (keturunan ningrat), Santri (orang yang belajar agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari), Abangan (kurang memahami ilmu agama dan juga tidak mengamalkannya).
Yang dalam pengertiannya priyayi yakni orang berketurunan bangsawan/darah biru, memang istilah priyayi bukan berasal dari Islam namun kenyataanya dewasa ini secara tidak formal masih ada sekelompok orang yang dalam garis keturunannya termasuk golongan priyayi tidak memperbolehkan keturunannya untuk menikah dengan kaum yang bukan keturunan darah biru.
Ada juga sekelompok masyarakat yang dikelompokkan dalam garis keturunan yakni para Habaib/Habib/Sayyid, mereka adalah garis keturunan dari sayyidah Fatimah putri Rasulullah dan Ali, yang nasab keturunannya dimulai dari kedua putera beliau Hasan dan Husin. Yang permasalahannya saat ini adalah mereka yang berketurunan habib/ sayyid tersebut bebas untuk memiliki istri dari keturunan manapun. Namun sebaliknya apabila habib perempuan(biasanya di sebut Syarifah)hanya diperkenankan bersuamikan yang Habib. Atau lelaki yang bukan Habib (baca:Jaba) dilarang mempersunting seorang Syarifah. Dengan alasan memutus nasab keturunan dari Rasulullah.
Disana ada blok-blok tersendiri yang membedakan kaum priyayi, santri, abangan, habib, ataupun syarifah walaupun tidak secara terang-terangan (non-formal). Namun itu tetap saja memetakkan pergaulan masyarakat social dalam kesehariannya. Dan kasus tersebut terjadi hingga dewasa ini.
3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pergaulan hidup antara seseorang dengan seseorang, perseorangan dengan golongan atau golongan dengan golongan. Dengan demikian terdapat dua unsur pokok dalam sosiologi, yaitu manusia dan hubungan sosial (masyarakat). Terdapat berbagai pendapat tentang kedudukan individu dan masyarakat ini. Di satu pihak ada yang berpendapat bahwa individu lebih dominan daripada masyarakat, tetapi di pihak lain berpendapat bahwa masyarakat lebih dominan daripada individu. Sementara itu terdapat pendapat yang mengambil posisi tengah yang mengatakan bahwa antara individu dan masyarakat terjadi proses saling mempengaruhi. Sejumlah kritik diajukan kepada sosiologi, yaitu 1) sosiologi adalah ilmu yang sulit, 2) sosiologi hanya merupakan kumpulan dari berbagai kajian ilmu sosial lainnya, dan 3) tidak ada lapangan yang khusus bagi sosiologi karena objeknya telah banyak digarap oleh ilmu-ilmu sosial lainnya. Sosiologi sebagai ilmu sosial yang mempunyai fokus kajian mengenai tingkah laku manusia mempunyai pendekatan bidang kajian yang sangat luas, antara lain bidang kajian Sosiologi Industri, Sosiologi Hukum, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Perkotaan, Sosiologi Pedesaan, Sosiologi Kesehatan, dan lain-lain. Sosiologi Industri mengkaji masalah fenomena industri dengan menitikberatkan kajiannya pada faktor manusia, dan mengaitkannya dengan faktor mesin serta mekanisme kerja pabrik yang berorientasi pada efisiensi dan efektivitas. Sedangkan Sosiologi Hukum merupakan cabang sosiologi yang mengkaji fenomena-fenomena hukum yang ada di masyarakat. Sementara itu Sosiologi Pendidikan mengkaji proses-proses sosiologis yang berlangsung dalam lembaga pendidikan dengan tekanan dan wilayah tekanannya pada lembaga pendidikan. Di lain pihak Sosiologi Perilaku Menyimpang mengkaji perilaku dan kondisi yang dianggap tidak sesuai dengan norma-norma yang sudah disepakati dalam masyarakat. Dalam melakukan kajiannya, terutama pada masyarakat modern, sosiologi perlu bekerja sama dengan ilmu-ilmu sosial lainnya membentuk kajian multidisipliner. Antropologi bisa membantu sosiologi dalam hal metodologi mengingat antropologi mempunyai pengalaman yang sangat panjang dalam melakukan penelitian yang bersifat kualitatif. Psikologi bisa memberi masukan bagi sosiologi dalam hal informasinya mengenai kecenderungan-kecenderungan yang sifatnya individual. Sementara itu sosiologi juga harus meminta bantuan ahli sejarah untuk memberi informasi tentang proses historis yang ada dalam fenomena perubahan sosial.
4. Emosi keagamaan adalah getaran jiwa yang menyebabkan manusia berlaku religius. namun dalam emosi keberagamaan tersebut apabila kita salah kaprah akan makna sebenarnya maka terlihat seringnya terjadi konflik yang melibatkan antar agama. tak sedikit contoh yang terlihat di Indonesia pada khususnya. konflik poso, aceh, sampit dan lainnya.... yang awalnya bermula dari konflik sara yang seterusnya merembet ke konflik agama, tidak sedikit korban yang jatuh. dan kesemuanya terjadi karena tidak adanya kesadaran beragama yang nampak pada pemeluknya yang pada ajarannya mengajarkan toleransi serta tenggang rasa dalam kehidupan beragama. yang dalam data statistik pemeluk beragama di Indonesia berjumlah: Islam : 88.22 %; Protestan: 5.87 %; Katolik: 3.05 %; Hindu: 1.81 %; Budha: 0.84 %; Lain-lain: 0.2 % [ Total Penduduk Indonesia: 210 juta pada 2004]. memang tidak ada yang patut dipersalahkan. namun kita perlu introspeksi diri masing-masing dari segala realita yang telah terjadi dan jangan sampai terulang lagi.
5. Menurut Hasan Shadily : masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain. Adapun untuk definisi agama terdapat beragam pengertian yang antara lain menurut Durkheim yakni "sistem kepercayaan dan praktek yang telah dipersatukan yang berkaitan dengan hal-hal yang kudus kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang bersatu menjadi suatu komunitas moral yang tunggal. dan jika dihubungkan bahwa masyarakat adalah sekelompok  manusia yang pada akhirnya akan membentuk sebuah sistem kepercayaan berupa sebuah agama yang akan dianutnya untuk memberikan ketenagan jiwa mereka, tempat manusia mengadu terhadap segala problem yang dihadapi dalam kehidupan bersosial. dan dapat dianalogikan masyarakat beragama. keduanya mempunyai hubungan timbal balik yang tidak bisa terpisah dan saling berpengaruh satu sama lainnya.

daftar bacaan:
  • http://media.isnet.org/islam/Etc/Durkheim.html
  • wikipedia.com
  • wordpress.com

Rabu, 06 Januari 2010

Kegalauan Malam dan lihatlah dengan secangkir kopi susu


sunyi sepi........ temaram cahaya bulan yang dilindungi percikan hujan....
serasa beku hingga menusuk ke tulang sum-sum....
sakit.....
tak tertahankan........
menusuk jantungku............

Minggu, 27 Desember 2009

Tahun baru...... Jiwa Baru . . . . Semangat Baru.....


pergantian tahun tinggal menghitung hari.... akan sampai kita ke penghujung tahun 2009 dan menyambut awal tahun 2010....
yang beberapa hari lalu kita telah melewati tahun baru islam 1431 hijriyah.
dalam penyambutan tahun baru selalu diwarnai dengan peniupan terompet dan pembakaran petasan serta kembang api. dan tidak sedikit kocek yang keluar untuk event tersebut. tidak usah kita berbicara siapa dan siapa dalang dari semua itu. namun kita lihat realita yang terjadi saat ini.........
pernah saya mendapati di suatu perkampungan sebutlah sebuah gang,. dalam ritual penyambutan tahun baru mereka rela meminta sumbangan ke tetangga-tetangga yang ada disekitar gang tersebut untuk membeli kembang api yang akan dinyalakan pada malam puncak pergantian tahun itu.
mereka berdalih bahwa semua itu layak dan patut untuk dijadikan ritual tahunan yang seakan menjadi sebuah kewajiban masyarakat sekitarnya. tak kurang dari Rp dua juta dana didapat dari warga, maka dibelikanlah berbagai macam petasan serrta kembang api.
sungguh ironi apabila sebagian masyarakat yang tidak mau menyumbangkan sebagian koceknya untuk perayaan tahun baru tersebut mereka tak jarang akan dikucilkan dari masyarakat sekitar. mereka berdalih, "kalau tak bisa merayakan Barang sedikit sumbangannya disisihkan sedikit sajalah!!!!!!!!!!!!!"
coba kita lihat apa nantinya akibat yang akan terjadi sesudahnya?????
kalo salah-salah nanti bisa terjadi sebuah kebakaran yang akan merugikan, petasan yang mungki nyasar ke atap rumah warga secara tak sadar.....
yang ribut orang satu kampung juga kan... padahal yang memainkannya hanya segelintir oknum yang menamakannya dirinya sebagai pejuang tahun baru???
dan apabila sudah terjadi sesuatu yang tidak di inginkan maka smua orang akan tutup mata... dan tak ada yang patut dipersalahkan....
mka mulailah dari diri pribadi masing-masing...,,,, berpikirlah sebelum bertindak!!!
apakah tidak sebaiknya dalam momentum penyambutan tahun baru kita adakan acara yang lebih bermanfaat ketimbang membeli petasan. adakanlah sebuah event - event yang palig tidaknya sedikit membantu pembangunan Indonesia yang sampai sekarang kian karut marut.... buatlah acara-acara seminar apa kek?????
pikir sendiri lah!!!!!!!!!!
jadikan Tahun Baru Sebagai Jiwa Baru untuk menyongsong Semangat Baru.......!!!!!!!!

Senin, 21 Desember 2009

(^_^): Ibu

(^_^): Ibu

Ibu


Kudedikasikan tuk Bundaku tercinta yang telah tiada........
Ya Rabbi.... Ampunilah dosaku dan kedua dosa orang tuaku.....
sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil...

Ku rindu akan belai, bisik, serta canda tawamu...
yang selalu menemaniku dalam mimpi-mimpi kecilku...
hingga kugapai bintang yang bersinar...


IBU...
Kurindu akan hadir bayang mu ...
walau hanya sejenak disisiku...
dalam asaku...
kuinginn dibuai olehmu...

Ibu...
diwajah teduhmu...
terpancar jutaan cinta dan kasihmu padaku...
tak terbersit secuil pamrihpun dalam lembut belai kasihmu...

Ibu...
tak terlihat sedikit lelahpun dalam cintamu...
Ibu...
ingin ku . . .
meraih bintang di langit...
kau gapaikan seisi bumi untukku...

Ibu ...
inginku peluk ragamu ...
kurindu belai lembut kasihmu
kudamba kasih manja dalam buaimu

Ibu...
dalam cintamu ada kelembutan...
kelembutan yang tiada bertepi...
kala kau hadir senyum canda tawamu bahagiakan ragaku...
serasa hilang beban yang mengelayut dadaku...

Ibu...
Ku Rasa Akan Hadirmu . . .
Walau jiwa tak dapat bersua . . .
belai lembut jemarimu...
menghantar mimpi indah ke jiwa ragaku...

Ibu...
adakah??? sosok wanita yang sepertimu lagi...
Yang tegar dan tabah dalam mengarungi hidup ini...
kalaupun ada ingin kureguk cinta kasihnya dalam ikatan suci...

Ibu ...
kaulah...
Insan...
Berbudi...
lUhur...

Minggu, 20 Desember 2009

Natal nataaaaaaaal


Banjarmasin – Parcel natal yang dijajakan di beberapa toko di Banjarmasin, menjelang parayaan perayaan natal 25 november mendatang mulai diburu pembeli. Senin (21/12)

“Permintaan parcel dan aksesoris Natal mulai dicari sejak minggu pertama Desember lalu,” kata Sri karyawan Mini Market Sinar Ultra di Km 1 Banjarmasin.

Diperkirakan puncak permintaan terjadi pada dua hari menjelang perayaan Hari Raya Umat Kristiani ini.

Harga parcel berfariasi, dipatok dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. Tergantung dari ukuran dan isi parcel. “Untuk harga dimulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 1 juta tergantung besar kecilnya parcel,” papar wanita cantik ini.

Ritual Masyarakat Banjar


Kebiasaan Haji Orang Banjar
A. PENDAHULUAN
Bangsa Banjar ialah penduduk asli sebagian wilayah Propinsi Kalimantan Selatan, yaitu selain Kabupaten Kota Baru. Bangsa Banjar sering diidentikkan dengan Islam, sehingga pada kasus orang dayak yang memeluk agama Islam dikatakan sebagai “menjadi orang Banjar”.
Dalam kenyataannya memang boleh dikatakan “semua” orang Banjar menganut agama Islam, dan mereka relatif taat menjalankan agamanya, termasuk menjalankan Rukun Islam yang kelima yaitu Haji. Kegairahan orang Banjar untuk menunaikan ibadah haji tinggi sekali. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah orang yang naik Haji di daerah Kalimantan Selatan yang sebagain besar penduduknya adalah orang Banjar.
Penghormatan orang Banjar kepada mereka yang naik Haji sangat tinggi pula, dan relatif tidak berkurang seiring dengan banyaknya orang yang naik haji. Pergi haji bagi masyarakat Banjar merupakan hal yang sangat diidam-idamkan, dengan adanya keinginan itu mereka rajin menabung untuk biaya berangkat haji.
Orang banjar yang akan naik haji akan dilepas dengan sangat ritualistis dan disambut demikian pula ketika kembali, begitu juga keberangkatan haji kedua atau ketiga kalinya tetap diupacarakan seperti halnya ketika pergi pertama kali.

B. GAIRAH NAIK HAJI ORANG BANJAR
Kegairahan orang Banjar untuk menunaikan ibadah haji tinggi sekali. Intensitas orang pergi haji mencapai angka 125 orang per 100.000 penduduk, dan urutan ke empat tertinggi dibandingkan dengan residentie-residentie lainnya. Insentitas tetap tinggi pada tahun 1975 sampai tahun 1980, yaitu berturut-turut 123, 42, 57, 203, 126, dan 225 orang per 100.000 penduduk Kal-Sel. . Pada tahun 2007 ini pun jemaah Haji Kalimantan Selatan tetap tinggi, kalau saja Kuato tidak di batasi.
Untuk musim haji tahun 2007, Kalsel mendapat jatah (kuota) haji 3.641 orang. Prof Fahmi Arief Kakanwil Depag kalsel, mengatakan, jumlah yang masuk dalam daftar tunggu mencapai 16.500 orang. “Jumlah itu baru habis pada 2011.
Meskipun jumlah para haji meningkat akhir-akhir ini. Tetapi penghormatan kepada mereka relatif tidak berkurang, pergi haji bagi masyarakat Banjar merupakan hal yang sangat diidam-idamkan, dengan adanya keinginan itu mereka rajin menabung untuk biaya berngkat haji. Orang yang sudah bergelar haji akan mendapat penghormatan yang lebih dari yang tidak, gelar haji sepertinya ada pengaruh tersendiri bagi masyarakat Banjar. Jika mereka memang alim sebelumnya, penghormatan orang kepadanya lebih meningkat sekembalinya dari Makkah. Jika mereka sudah agak berumur, mereka biasa dipanggil sebagai tuan (pa tuan, untuk pria dan ma tuan, untuk wanita) atau haji (pa haji atau ma haji). Ketika mereka akan pergi ke Mekkah, mereka akan dilepas dengan sangat ritualistis dan disambut demikian pula ketika kembali.
Kegairahan untuk melakukan ibadah haji untuk kedua kalinya tetap besar, keberangkatan haji kedua atau ketiga kalinya tetap diupacarakan seperti halnya ketika pergi pertama kali. Bagi orang-orang Banjar mempunyai seorang kerabat yang bermukim di Makkah, apapun juga pekerjaannya, merupakan kebanggaan tersendiri. Bayangan orang selalulah bermukim di Makkah berarti mengaji, dan mereka yang kembali biasanya mendapat penghormatan sebagai ulama, meskipun lama kelamaan mungkin penghormatan itu merosot. Namun kenyataannya mereka pernah bermukim di Makkah tetap menyebabkan mereka dianggap lebih dari orang lainnya.
C. RITUAL HAJI ORANG BANJAR
Ketika akan pergi ke Mekkah, Orang Banjar yang akan menunaikan ibadah Haji akan dilepas dengan sangat ritualistis dan disambut demikian pula ketika kembali. Mereka melakukan berbagai kegiatan sunnat yang dianjurkan ketika bepergian, seperti sholat sunnat dua rakaat menjelang berangkat, membaca do’a ketika berada diatas kendaraan yang dianjurkan dalam kagiatan bepergian apapun dan tidak terbatas pada perjalanan haji dan umrah saja. Perjalanan haji dianggap kegiatan yang penuh resiko, dan kegiatan-kegiatan sunnat yang dianjurkan dianggap antara lain berfungsi untuk menghindarkan resiko tersebut. Resiko yang dimaksud konon bahaya yang dihadapi selama dalam perjalanan dan godaan-godaan syaitan yang dapat menyebabkan ibadah yang dilakukan berkurang atau hilang nilainya.
Pergi merantau untuk menunaikan ibadah haji dan saat itu utamanya pergi haji, biasanya dilepas dengan berbagai upacara, yang berkelanjutan sampai yang bersangkutan kembali. Maksud dari upacara-upacara ini ialah untuk keselamatan yang bepergian selama dalam perjalanan sampai kembali, jaminan bahwa ia akan bertemu kembali dengan anggota kerabat dekat yang melepasnya bepergian. Peramalan dan harapan agar dihormati orang selama dirantau, dan pemberian restu saat berangkat dan saat tiba kembali.
Berikut ini akan digambarkan berturut-turut kegiatan upacara yang dilakukan menjelang kepergian seorang warga untuk menunaikan ibadah haji. Upacara pelepasan pada saat berangkat, selamtan-selamatan selama masih dirantau yang dilaksanakan oleh kerabat dekat yang tinggal dan upacara penerimaan kembali anggota kerabat yang kembali dari tanah suci.
1. Ritual Menjelang Keberangkatan
Pada malam menjelang berangkat diadakan selamatan dengan mengundang tetangga-tetangga dekat, kerabat dekat, dan seorang atau beberapa orang alim di kampung itu, yang akan memimpin acara berdo’a dan bacaan-bacaan yang dibaca secara bersama-sama. Di antarannya:
1. Membaca Surah Yasiin,
2. Sholawat Kamilah sebanyak 27 kali,
3. Fatihah empat tiga kali,
4. Ayat Kursi, dan diakhiri dengan
5. membaca Surah Fatihah
Ada pula yang diisi dengan:
1. Qasidah burdah,
2. surah Yasiin,
3. Fatihah empat, dan
4. salawat Munjiah
Ritual sebagaimana tersebut di atas diakhiri dengan do’a Halarat dan makan bersama. Saji-saji yang harus disediakan adalah:
1. Nasi ketan dengan inti sekurang-kurangnya satu gantang,
2. Cucur ,
3. Tapai Ketan, dan
4. Ketupat Bangsul,
Saji-saji ini biasanya harus dibawa ditengah majlis sebelum dibacakan do’a halarat, yang sebenarnya dihidangkan untuk tamu-tamu ialah biasanya nasi dengan lauk pauknya ditambah dengan hidangan dari saji-saji tadi.
Di Rangas dan Anduhum selamatan ini juga dilakukan sesudah sembahyang isya menjelang yang bersangkutan meninggalkan rumahnya siang berikutnya. Acaranya hanyalah membaca surah yasiin bersama dan do’a selamat, dan diakhiri dengan makan bersama, tanpa ada hidangan berupa saji seperti halnya di Dalam Pagar.
Selain daripada itu, di Dalam Pagar dan Martapura umumnya ada kebiasaan memintakan restu berupa sembahyang hajat untuk keselamatan yang berangkat kepada tokoh-tokoh ulama tertentu, baik yang berada di kampung sendiri ataupun yang agak jauh rumahnya. Besok paginya, beberapa saat sebelum meninggalkan rumah, juga diadakan selamatan, yang akan berangkat haji duduk dekat tawing halat, dan di Dalam Pagar biasanya di atas lapik Acara dimulai dengan membaca: surah Yasiin bersama, kemudian do’a selamat atau do,a halarat, kadang sebelum do’a dibaca pula sholawat kamilah bersama.
Di Dalam Pagar hidangan yang pokok ialah nasi ketan (dengan inti). Sedangkan di Rangas konon tidak ada hidangan wajib yang spesifik; disini sering dihidangkan kue-kue yang dibeli dari pasar. Di Dalam Pagar acara dilanjutkan dengan menepung tawari yang akan berangkat oleh kerabat dekatnya yang akan tinggal dan para hadirin tertentu, lalu kemudian dihidangkan kepadanya saji berupa minyak kelapa, gula pasir, kacang hijau (mentah), garam dan air putih, masing-masing dalam sebuah tempat sendiri-sendiri dan sebuah piring berisi sebuah kelapa (sekerat), gula merah dan garam, kesemua saji ini biasanya diletakkan di dalam sebuah talam, yang bersangkutan diminta untuk memakan (dalam bahasa setempat dikatakan sebagai mengutup, menggigit dengan gigi seri) sedikit daripada yang dihidangkan dalam piring, dan apa yang lebih dahulu diambilnya konon meramalkan, atau mungkin lebih baik merupakan do’a dan harapan tentang perlakuan yang akan diterimanya selama dirantau.
Jika ia mengambil garam untuk dicicipinya, maka segala perkataannya akan diperhatikan orang dan ia akan memperoleh penghargaan di sana. Bila kelapa yang diambilnya konon segala perkataannya akan terasa enak didengar orang, dan bila yang diambilnya gula merah, segala yang dikatakannya atau diperbuatnya dirasakan manis atau sedap oleh orang, sebaliknya bila ia tidak mengambil salah satunya, konon pertanda segala perlakuan yang telah disebutkan tadi tidak akan diperolehnya dinegeri orang.
Di Rangas dan Anduhum tidak diketahui adanya acara menepung tawari adanya saji berupa lambang kemakmuran, dan acara mengutup saji. Seperti yang terjadi di Dalam Pagar. Di sana acara langsung dilanjutkan dengan mengucapkan kalimat syahadat, yang dilakukan oleh si calon haji dan salah seorang kerabat dekatnya (orang tua, anak, saudara, suami, istri), yang akan ditinggalkan. Kerabat yang akan ditinggal mengucap kalimat syahadat yang diiringi oleh yang akan pergi dengan mengucapkan kalimat kedua. Konon karena kedua kalimat syahadat melambangkan Allah (kalimat pertama) dan Muhammad (kalimat kedua), yang adalah tidak akan terpisah selama-lamanya, maka yang berangkat (dilambangkan sebagai Muhammad) tidak akan meninggal dunia sebelum bertemu kembalidengan yang ditinggalkan (dilambangkan sebagai Allah).
Di Rangas segera, setelah membaca dua kalimat syahadat dibacakan adzan, lalu yang bersangkutan membaca do’a dan langsung berdiri dan keluar dari rumahnya, diiringi oleh orang banyak. Pada saat meninggalkan pintu salah seorang yang alim membacakan sholawat dan menghamburkan beras kuning yang di sahuti berasmai ramai. Tatkala duduk di atas kendaraan yang bersangkutan membaca do’a pula. Do’a yang di baca ketika akan turun dari rumah bsrisi penyerahan diri pada tuhan tentang kejadian kejadian yang akan datang, dan yang dibaca ketika dalam kendaraan pada pokoknya berisi pujian kepada Tuhan yang memungkinkan manusia menggunakan fasilitas angkutan yang mereka gunakan.
2. Ritual Selama Masih Dirantau.
Sejak saat berangkat setiap malam Jum`at kerabat yang tinggal menyelenggarakan selamatan untuk keselamatan yang pergi. Di Rangas acaranya di mulai sejak senja, yaitu sembahyang magrib bersama, sembahyang hajat bersama, membaca surah Yasin bersama, do’a, sembahyang isya bersama, dan di akhiri dengan makan malam bersama. Di Dalam Pagar demikian juga adanya, hanya acara sembahyang hajat diganti dengan membaca sholawat kamilah atau sholawat munjiah bersama, sebagian ada yang memulainya sesudah sembahyang Isya atau pada siang hari Jum`at setelah kembali dari mesjid. Khusus pada malam hari Arafah (malam tanggal 9 Dzulhijjah), diadakan pula kegiatan selamatan yang sering dimulai sesudah sembahyang isya. Kali ini undangannya lebih banyak dari biasanya, sedang acaranya sering sama saja seperti selamatan pada malam sebelum berangkat.
Di Dalam Pagar konon selamatan ini penting sekali, karena saji-saji dan bacaan-bacaan akan dirasakan akibatnya oleh kerabatnya di Makkah, yaitu mengurangi panasnya terik matahari di sana.
3. Ritual Penyambutan
Seperti halnya pada waktu berangkat, pada waktu penjemputan juga ramai. Beberapa orang tetangga dan kerabat dekat sengaja menjemput kelapangan terbang dan kemudian bersama-sama menuju rumah. Di rumah diadakan persiapan-persiapan, yaitu membuat pintu gerbang (lawang sakiping) yang dihiasi dengan rumbai-rumbai (biasanya) daun kelapa muda, dan memasang langit-langit dari kain putih mulai dari pintu rumah ke pintu gerbang. Orang haji yang baru tiba harus melalui pintu gerbang dan lewat di bawah langit-langit itu ketika menuju rumahnya. Di Rangas, orang pulang haji tidak langsung menuju rumah, melainkan pergi ziarah terlebih dahulu ke kuburan orang tua atau kerabat dekat lainnya, ada juga dalam kesempatan itu singgah dahulu kekuburan keramat tertentu. Di kuburan itu ia membaca surah yasiin. Di Dalam Pagar acara ziarah biasanya dilakukan setelah beberapa hari kemudian. Pada saat menaiki anak tangga atau memasuki pintu di bacakan sholawat dan dihamburkan beras kuning, seperti halnya ketika berangkat. Setelah menyalami hadirin, kadang-kadang disertai pelukan hangat, ia segera mengambil tempat duduk di atas lapik yang telah disiapkan di dekat tawing halat, lalu ada acara mengembalikan bacaan syahadat atau menyatukan kembali dua kalimat syahadat.
Di Rangas acaranya segera berakhir dengan do’a dan hidangan makanan kecil. Di Dalam pagar sebelum menyatukan kembali dua kalimat syahadat, kerabat yang ditinggalkan menepung tawari kerabatnya yang baru tiba, baru kemudian acara mempersatukan dua kalimat syahadat, lalu diakhiri dengan pembacaan do’a. hidangan yang teradat di kampung terakhir ini adalah nasi ketan dengan inti, kadang-kadang ditambah dengan hidangan lain. Berkenaan dengan pelukan hangat bagi atau dari seorang haji baru tampaknya mempunyai nilai tersendiri, berkat yang diperoleh sang saji biasanya memerlukan sekali menggunakan harum-haruman yang sengaja dibawanya dari negeri yang jauh itu. Pelukan-pelukan hangat ini juga diberikannya kepada tetangga-tetangganya di mesjid pada minggu-minggu pertama ia mengikuti sembahyang Jum`at.
D. ANALSIS
1. Terlalu Mementingkan Ibadah Sunnat
Ibadah haji diwajibkan hanya sekali dalam seumur hidup, seterusnya adalah sunnat. Ada orang yang menunaikan ibadah haji berkali-kali, dan ia berniat bahwa haji yang ia tunaikan itu bukan kali yang terakhir. Artinya orang itu berupaya menegakkan yang sunnat, padahal banyak sekali kewajiban lain yang perlu ditegakkan seperti menggangkat sanak familinya dari lembah kebodohan dan Lumpur kemaksiatan.
Sekali berhaji diperlukan dana tidak kurang dari 30 juta rupiah . dimana dana itu dapat digunakan untuk membiayai sekolah seorang anak terlantar barangkali dari TK sampai SMU, atau digunakan untuk mencetak buku-buku agama untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat muslim yang tertinggal di daerh-daerah terasing, atau membantu saudara kita umat islam lainnya yang berurai air mata di lembah kemiskinan dan kefakiran. Nabi Saw memperingatkan ; Kaadal faqru ayya-kuuna kufran; hampir-hampir kefakiran itu mengakibatkan kekufuran”.
Oleh karenanya mengangkat saudara kita muslim dari kancah penderitaan adalah suatu kewajiban yang harus kita laksanakan dalam hidup bermasyarakat. Nabi Saw bersabda : “Man qadhaa li akhikhil muslim haajatan kaana lahu minal ajri Kaman hajja wa’tamara; artinya : “Barangsiapa (orang muslim) yang menyelesaikan hajat / keperluan seseorang muslim lainnya, ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah”.
Terlalu mementingkan hal yang sunnat bisa dikatakankan menurutkan hawa nafsu yang tercela, karena hawa nafsu bukan saja pada hal-hal yang berakibat kemaksiatan, tetapi juga pada hal-hal yang kita perkirakan “kebaikan”. Ibnu Atha’illah al-Askandari berkata : “tanda seseorang dikategorikan menuruti hawa nafsu ialah bersegeranya melaksanakan ketaatan bersifat sunnat, tetapi melalaikan kewajiban fardhu”.
2. Haji Sebagai Lambang Kehormatan
Orang yang sudah bergelar haji akan mendapat penghormatan yang lebih dari yang tidak, gelar haji sepertinya ada pengaruh tersendiri bagi masyarakat Banjar. Jika mereka memang alim sebelumnya, penghormatan orang kepadanya lebih meningkat sekembalinya dari Makkah. Jika mereka sudah agak berumur, mereka biasa dipanggil sebagai tuan (pa tuan, untuk pria dan ma tuan, untuk wanita) atau haji (pa haji atau ma haji). Bagi orang-orang Banjar mempunyai seorang kerabat yang bermukim di Makkah, apapun juga pekerjaannya, merupakan kebanggaan tersendiri. Bayangan orang selalulah bermukim di Makkah berarti mengaji, dan mereka yang kembali biasanya mendapat penghormatan sebagai ulama, meskipun lama kelamaan mungkin penghormatan itu merosot. Namun kenyataannya mereka pernah bermukim di Makkah tetap menyebabkan mereka dianggap lebih dari orang lain.
Hal ini sudah melenceng dari konsep Islam yang memandang seseorang dari taqwanya bukan dari kedudukannya, juga akan mengubah kegairahan menunaikan ibadah haji yang dilandasi niat suci, bisa berubah menjadi ingin dihormati, ingin di katakana orang kaya, dan ingin dikatakan sebagai orang yang sudah tidak berdosa.
3. Ritual Haji Menjadi Wajib
Ritual haji sangat berpengaruh positif, terhadap orang yang menunaikan ibadah haji maupun bagi sanak kerabat yang ditinggalkan. Bagi orang yang pergi haji, meninggalkan kampung halaman dalam waktu lama, akan merasa terhibur dengan pelepasan yang meriah dan sangat ritual serta penyambutan yang lebih meriah ketika kembali ke kampung halaman.
Begitu juga dengan sanak kerabat yang ditinggalkan, terlebih lagi ketika yang menunaikan ibadah haji masih berada di Mekkah. Mereka meyakini orang yang menunaikan haji senantiasa dilindungi oleh Allah ketika berangkat sampai kembali dengan ritual-ritual yang mereka jalankan di kampung halaman. Karena tujuan ritual yang mereka lakukan adalah untuk memohon keselamatan bagi yang pergi selama dalam perjalanan sampai kembali, dan dipertemukan kembali dengan anggota keluarganya, serta ketika dalam melaksanakan ibadah haji tidak ada gangguan-gangguan yang menghambat perjalanan ibadah mereka.
Sisi negatifnya adalah, ritual-ritual yang mereka laksanakan di yakini menjadi sebuah kewajiban yang kalau ditinggalkan akan berdosa. Hal ini bisa di artikan menambah syariat Islam yang sudah sempurna.

E. KESIMPULAN
Pergi haji bagi masyarakat Banjar adalah ibadah yang sangat didambakan, oleh karena itu ketika ada kesempatan, ongkos yang mencukupi, mereka tidak akan menyia-nyiakannya, berbagai ibadah sunat mereka mereka kerjakan demi menambah nilai pahala ritualitas ibadah haji. Ketika mereka berangkat, mereka dilepas dengan berbagai upacara, yang berkelanjutan sampai mereka tiba kembali ke Tanah Air.
Walaupun ibadah haji hanya diwajibkan sekali dalam seumur hidup, namun kegairahan masyarakat Banjar untuk melaksanakannya lagi tetap tinggi. Padahal seandainya mereka pergunakan uangnya untuk keperluan membantu keluarga ataupun masyarakat lainnya yang kurang mampu, umpamanya membiayai anak-anak untuk terus bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi, sehingga akan menjadi generasi yang handal.
Orang yang sudah bergelar haji akan mendapat penghormatan yang lebih dari yang tidak. Bagi orang-orang Banjar mempunyai seorang kerabat yang bermukim di Makkah, apapun juga pekerjaannya, merupakan kebanggaan tersendiri. Bayangan orang selalulah bermukim di Makkah berarti mengaji.
Banyak pengaruh positif yang di hasilkan dalam ritual haji, namun di balik semua itu ada juga pengaruh negatif yang mengancam keimanan dan harus di benahi.

DAFTAR PUSTAKA
• Banjarmasinpost, Daftar Haji Didata Ulang, http://www.banjarmasinpost.co.id /content/ view/ 9385/ 288/.
• Daud, Alfani. Islam dan Masyarakat Banjar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.
• Nafarin, Husin. Fikrah. Refleksi Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan. Jakarta: El-Kahfi, 2004.

Bulus


BIDAWANG

BANJARMASIN – Jl. P. Tendean Banjarmasin atau lebih dikenal dengan Pecinan merupakan Kota penghasil kerajinan dari kulit satwa liar yang ada di Kalsel. Hasil dari kulit hewan yang diantara lain ular python (sawa), biawak dan juga bulus (bidawang) itu dijadikan berbagai souvenir menarik seperti tas, dompet, sabuk atau ikat pinggang dan lainnya tersedia di sini, Sabtu (19/12).

Sedangkan khusus untuk bulus (bidawang) dijadikan sebagai minyak yang dipercaya mempunyai berbagai macam khasiat apabila dioleskan ke tubuh. Minyak ini antara lain bisa mengobati akibat luka bakar, gatal-gatal, pencegahan kulit keriput, untuk mempercantik tubuh, juga bisa mengobati lemah syahwat.

“Minyak bulus mempunyai beragam khasiat antara lain untuk pengobatan segala macam penyakit kulit serta juga dapat digunakan untuk orang yang lemah syahwat,” ujar Marike pemilik toko UD. Dwi Jaya.

Minyak diperoleh dari lemak bidawang yang kemudian dijemur di bawah terik matahari selama satu minggu. Dengan harga mulai dari Rp 20.000 – Rp 100.000 tergantung ukuran botol minyak yang tersedia.

Untuk konsumen tentu saja kebanyakan orang-orang yang terkena penyakit yang disebutkan di atas bahkan ibu-ibu pun banyak yang menggunakan minyak bulus ini karena khasiatnya juga dapat membuat awet muda.

Usaha yang digeluti Ibu satu anak ini sudah cukup lama yakni lebih dari 20 tahunan. Yang dalam sebulannya disebutkan berpenghasilan kurang lebih Rp 10 juta perbulan, “dalam sebulan omset yang didapat sekitar Rp 10 juta perbulannya,” paparnya.

Senin, 14 Desember 2009

preeeeeeeet..........................


Tahun Baru, Berkah Pengrajin Terompet
Bagi para pegiat bisnis segala upaya dilakukan agar bisa menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi. Caranya yakni dengan menjalankan bisnis sesuai situasi dan kondisi yang sedang dan akan berlangsung di masyarakat sekitarnya.
Dalam hal ini momen Tahun Baru sebuah event yang ditunggu- tunggu masyarakat di dunia begitu juga di Banjarmasin. Dan diidentikkan dengan peniupan terompet.

Usaha pembuatan terompet inilah yang dilakoni Sulaiman warga Jl. Ratu Zaleha tepatnya di Gg. KH. Dewantara 9 Kec. Banjar Timur. Dan sekarang ia menjadi distributor penjualan terompet di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.
Bisnis ini dikerjakannya lebih dari lima tahun setiap hari menjelang pergantian Tahun Baru tiba.

Saat disambangi Sinar Kalimantan, Senin (14/12) di kediamannya Eman (panggilan akrab Sulaiman) mengaku pada hari-hari mendekati awal Tahun 2010 ini ia mengerjakan sekitar 10.000 buah terompet yang akan dijajakan para pedagang musiman.

“ Pembuatan terompet sudah lima tahunan ini saya kerjakan bersama isteri dan dua anak saya, untuk yahun ini saya membuat sekitar 10.000 buah terompet” paparnya.

Untuk proses pembuatan terompet yang sudah dipersiapkannya selama enam bulan ini hanya memerlukan bahan baku seperti kertas karton, kertas 3D, kertas minyak, balon udara dan tabung roll benang.

Bahan baku kebanyakan didatangkannya dari pulau jawa, seperti tabung roll benang dengan harga Rp 25000 1kg nya.

Harga satu terompet dipatok mulai dari Rp. 3000 – Rp 11.000, yang dijualnya dengan harga partai dan akan dijual para pedagang kembali di pinggiran jalan .
“ kami menjual terompet seharga Rp 3000 sampai Rp 11000, dan terserah bagi para penjual menjualnya dengan harga berapa?,” kata lelaki kelahiran Bandung ini.

Keahlian ini didapat dari pengalaman kerja dia yang sudah beberapa tahun ikut bekerja dengan temannya di Pulau Jawa, yang juga membuat kerajinan terompet untuk peringatan penyambutan awal tahun.

Dari hasil usaha kerajinan terompetnya ini eman dapat meraup keuntungan Rp 20 juta, “ Keuntungan dari tahun-tahun sebelumnya saya mendapat sekitar Rp 20 juta yang kotornya dan mudahan di tahun 2010 ini lebih dari itu,” paparnya.

Selain membuat terompet yang hanya dilakoninya setahun sekali, dalam kesehariannya Eman juga mengolah Gulali (gula kapas) yang akan dijual pedagang keliling. (fad/sk.net)